Showing posts with label Info Medis. Show all posts
Showing posts with label Info Medis. Show all posts

Wednesday, November 22, 2006

BOR: antara angka dan makna

BOR antara angka dan maknaBOR atau Bed Occupacy Rate atau di negara kita disebut Angka Hunian di institusi perawatan, pernah jadi bahan gunjingan saat bertemu teman-teman tahun lalu. Bulan Juni dan Agustus yang lalu pembicaraan BOR disambung lagi ketika saya nengok ibu. Di Surabaya ketemu sejawat spesialis bedah ortopedi dan spesialis anak yang kebetulan jadi bosnya rekam medik di rs haji. Sayang BOR belum sampai tuntas sudah beralih ke rekam medik yang konon banyak kendala. Persoalan kendala rekam medik juga jadi perbincangan hangat dengan kakak yang spesialis anak di Magelang ... (rekam medik suatu saat akan saya tulis pertengahan 2007 mendatang ... wih lamanya)... maaf friends, mengingat posting ini ada tabelnya, maka kita nge-link via Google Docs & Spreadsheets or klik aja logo Google ... sedangkan tampilan lain yang agak sip, lihat lintas link melalui freewebtown ...
cakmoki

Monday, October 09, 2006

Berpuasa bagi penderita Diabet

Bagi para penderita Diabet yang kadar gula darahnya lebih dari 250 mg% pada pemeriksaan 2 jam sesudah makan atau pemeriksaan gula darah sewaktu, tidak dianjurkan untuk berpuasa. (*)

Contoh jadwal makan Penderita Diabet pada bulan Ramadhan:

Buka Puasa:
  • Makanan Utama Pertama
  • Obat Anti Diabet Pertama dan Vitamin sebagai pengganti yang biasa diminum pada saat sarapan pagi
Sesudah Sholat Tarawih atau ( 2 ) Jam sesudah buka puasa:
  • Makanan Utama Kedua
  • Gerak badan ringan (bagi yang kuat)
Sebelum Tidur Malam:
  • Makanan Kecil (snack)
  • Obat Anti Diabet Kedua (seperti yang biasa diminum siang hari, atau menurut petunjuk dokter)
Makan Sahur:
  • Makanan Utama Ketiga (seperti makan malam pada saat tidak puasa)
  • JANGAN minum obat Anti Diabet pada saat makan Sahur !!!
Sebelum Imsak:
  • Makanan Kecil Kedua
  • Vitamin yang kedua
Jenis dan takaran makanan sama dengan diit saat tidak berpuasa, sedangkan dosis obat sesuai anjuran dokter. Yang perlu diperhatikan:
  • Jangan minum Obat Anti Diabet pada saat makan sahur, karena dapat menimbulkan hipoglikemia atau kekurangan kadar gula darah pada saat bekerja keesokan harinya.
  • Apabila Obat Anti Diabet diminum dua kali, maka obat yang kedua diminum sesudah makan makanan kecil sebelum tidur malam.
  • Bila ingin olahraga ringan, sebaiknya dilaksanakan sesudah makanan utama kedua yaitu sesudah sholat tarawih.
  • Daftar diit yang menyangkut jenis dan takaran makanan, hendaknya meminta petunjuk kepada dokter yang merawat.
  • Apabila ada hal-hal yang belum jelas sebaiknya bertanya kepada dokter yang biasa merawat.
  • Apabila Kadar Gula Darah tinggi dan kondisi badan lemah, sebaiknya tidak usah memaksakan diri untuk berpuasa.
  • Apabila tidak bisa berpuasa karena penyakitnya, harap bertanya kepada ahli Fiqih tentang tatacara mengganti puasanya atau pembayaran Fidyahnya.

Semoga panduan singkat ini bermanfaat
Selamat menunaikan ibadah puasa

(*) Prof. Dr. dr. H. Askandar Tjokroprawiro
cakmoki

Sunday, October 08, 2006

Linu TIDAK identik dengan asam urat

meluruskan anggapan yang salah
Ketika seseorang merasakan nyeri, ngilu, kram, kaku, atau pegal-pegal di tubuhnya atau sebagian badan nya, hampir selalu dikaitkan dengan asam urat.
Para tetangga mengatakan Asam Urat. Jadi dokter dadakan nih ... padahal ngga tau asam urat itu jajan model apa ...
Asam Urat merupakan terjemahan dari Uric acid, dibentuk dari purin yang asal nya dari protein … nah loh, ngga ada kaitannya dengan URAT kan, ya itulah gara-gara salah menerjemahkan.
Setiap manusia memiliki uric acid atau asam Urat di dalam tubuhnya.
Kadar normal asam Urat di dalam tubuh manusia 3-6 mg% bagi wanita dan 3-7 mg % bagi pria.

Untuk mengetahui kadar asam urat harus periksa laboratorium. Apabila kadar asam urat meningkat di atas normal, obatnya BUKAN JAMU.
Tetapi dengan obat penurun kadar asam urat yang terukur dosisnya.
Sedangkan penyakit Radang Sendi yang diikuti dengan kenaikan kadar asam urat, namanya Gouty Arthritis. Obatnya bukan jamu. Penyakit ini jarang, hanya sekitar 6 % dari semua kasus Rematik.
Jadi nyeri sendi, linu, pegal-pegal, kram dan lainnya TIDAK SAMA dengan ASAM URAT

Iklan Jamu yang menyesatkan
Balai POM sudah melarang peredaran Jamu Asam Urat yang ternyata mengandung bahan kimia obat, tetapi masih juga dilanggar, mengapa ?
Karena bisnis yang berkaitan dengan kesehatan itu menguntungkan. Yang namanya menguntungkan, tidak peduli merugikan orang banyak, yang penting untung. Yang jual dan yang beli tidak tau isi dan kandungan barang yang dijual, hanya untung…untung dan untung
Pengetahuan tentang obat tidak cukup dengan membaca brosur di kemasan obat, perlu ilmu kompleks karena terkait keselamatan manusia.
Ada yang bilang setelah minum jamu linu enak. Lho apa ukurannya enak? Alkohol juga enak, Narkoba enak, kok dilarang? Karena keselamatan Mas ...
Perut manusia BUKAN kotak obat untuk coba-coba ... jadi minum obat harus dilandasi ilmu ...
cakmoki